Cara Mencipta Suasana Belajar Kondusif

Anak dapat menjangkau hasil optimal maka mesti didukung dengan keadaan belajar yang kondusif, yaitu keadaan yang memungkinkan mereka memakai seluruh panca indera dalam belajar dengan tenang. Situasi belajar yang tenang bisa menilai keberhasilan seorang anak.

Kondisi belajar tersebut dapat dibuat dan tidak terjadi dengan sendirinya. Keinginan itu harus benar-benar dilaksanakan, bukan sekadar kemauan tetapi tanpa tindakan. Para pendidik, baik orang tua dan guru mesti menciptakan strategi guna menciptakan situasi belajar kondusif supaya anak didik dapat menjangkau keberhasilan belajar dengan optimal. Untuk menyokong keberhasilan belajar seorang anak maka anda harus menyimak tiga hal, yaitu aspek internal, aspek eksternal dan lingkungan.

1. Aspek Internal
Aspek internal adalah aspek-aspek yang terdapat di dalam diri si anak. Aspek-aspek ini bakal menilai kenyamanan yang dialami seorang anak baik secara fisik, mental, dan emosional.

Fisik

  • Tubuh yang segar
    Secara fisik, contohnya si anak mempunyai tubuh yang segar maka anak bakal lebih mudah konsentrasi dalam belajar, sementara bila situasi tubuh sedang mengantuk dan lelah bakal menghambat fokus anak dalam belajar.
  • Makan secukupnya
    Sebaiknya sebelum belajar anak sudah santap secukupnya, tidak boleh terlalu kenyang. Bila anak santap terlalu kenyang seringkali lebih gampang mengantuk sampai-sampai mengganggu fokus belajar. Hal ini diakibatkan karena energi yang seharusnya diperlukan untuk berkonsentrasi dalam belajar, malah menjadi energi yang dipakai untuk memahami makanan.
  • Rentang masa-masa konsentrasi.
    Pada lazimnya anak-anak dapat berkonsentrasi maksimal hingga 20 menit. Lebih dari masa-masa tersebut, mereka ingin sudah bosan, gelisah dan susah untuk berkonsentrasi.

Mental dan emosional

  • Suasana hati (mood)
    Mood yang baik akan memprovokasi keberhasilan anak dalam belajar. Ketika anak sedang menikmati suasana hati yang tidak mengasyikkan karena sekian banyak perasaan negatif (sedih, tertekan, kecewa atau marah) bakal mempengaruhi fokus mereka sampai-sampai tidak konsentrasi dalam belajar.
  • Bebas dari ketegangan psikologis
    Situasi belajar bakal kondusif bila anak bebas dari ketegangan psikologis. Misalnya, anak tidak terganggu oleh pertengkaran orang tuanya atau saudara-saudaranya. Bahkan terkadang sampai timbul kekerasan baik secara jasmani maupun verbal.
  • Bebas dari ancaman
    Seorang anak bakal merasa nyaman dalam belajar saat ia sungguh bebas dari ancaman dan paksaan orang tua yang mewajibkan untuk belajar ini dan itu. Dengan menyerahkan pengertian yang baik, anak bakal dengan sendirinya mengetahui bahwa dia memang butuh belajar dan bakal melakukannya dengan gembira
  • Hadirnya sosok pendukung
    Sosok penyokong terdekat dengan anak biasanya ialah seorang ibu. Kehadiran sosok ibu dapat menyerahkan motivasi untuk anak guna belajar. Bayangkan alangkah beratnya andai setiap hari Ia mesti tidak jarang kali belajar sendiri, tanpa terdapat seorangpun yang mendampingi dan membimbingnya.

2. Aspek Eksternal

Aspek eksternal adalahaspek-aspek di luar diri si anak. Sama halnya dengan aspek internal, aspek ini pun akan turut serta menyerahkan kenyamanan dan kondisi yang kondusif dalam menyusun suasana belajar yang santai. Aspek eksternal dapat anda bedakan menjadi dua yakni sarana utama dan sarana pendukung.

Sarana utama

  • Meja belajar yang bersih
  • Kursi yang nyaman
  • Alat tulis serta kitab tulis yang memadai
  • Buku latihan yang dibutuhkan
  • Penerangan yang cukup

Sarana pendukung

  • Air minum yang berada dalam jangkauan
  • Papan guna menempel kertas atau stiker
  • Papan guna mencoret-coret
  • Poster atau lukisan yang bertajuk belajar yang bisa menjadi sumber ilham saat semangat anak menurun.
  • Kertas bertuliskan rumus-rumus, diagram atau mind mapping.
  • Komputer dan printer

3. Lingkungan

  • Interior kamar yang mendukung. Misalnya, berikan warna dinding dan dekorasi dinding yang digemari anak. Biasanya, warna terang akan memunculkan semangat dan keceriaan anak dalam belajar. Sebuah penelitian mengaku bahwa warna biru, putih dan kuning dapat menyerahkan pengaruh positif terhadap fokus belajar.
  • Temperatur kelas yang nyaman. Setiap anak mempunyai kepekaan terhadap suhu yang berbeda-beda. Kenali suhu sangat nyaman untuk anak supaya dapat menolong mereka berkonsentrasi dalam belajar.
  • Bebas gangguan atau distraksi. Misalnya suara televisi, radio, kegaduhan orang bicara, suara bising jalan raya dan lain-lain.
  • Bebas bau yang tidak enak. Pastikan kelas anak tidak terganggu oleh bau-bau yang tidak sedap sampai-sampai akan mengganggu anak dalam belajar
  • Belajar tidak mesti tidak jarang kali di ruangan tertutup. Tetapi bisa juga dilaksanakan di outdoor, pada udara terbuka. Suasana ini akan menciptakan anak santai dan tidak jenuh dalam belajar.
  • Berikan komentar positif dan tunjukkan bahwa kita menyokong anak supaya mereka semakin motivasi dan termotivasi dalam belajar.

Dari ketiga aspek yang dapat menyokong keberhasilan anak dalam belajar itu tidak bisa berdiri sendiri secara ekslusif atau terpisah dari faktor-faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut saling memprovokasi antara satu dengan yang lainnya. Analisa mengenai faktor-faktor tersebut bertujuan untuk memprovokasi suasana belajar melatih dan strategi pendidik demi membuat iklim belajar yang kondusif. (ENn)