Begini Karakter Guru yang Disukai oleh Anak

Begini Karakter Guru yang Disukai oleh Anak

Orangtua sebaiknya memiliki karakter guru yang baik.Diperlukan kesediaan dan ketulusan dalam berbagi ilmu dengan anak didiknya, pendidik pun harus menciptakan strategi dalam membuat suasana belajar yang menyenangkan. Proses pembelajaran bakal menyenangkan bilamana guru dapat menjadi teladan untuk anak didiknya, tangkas dalam merespon keperluan anak didik.

Terkadang guru tak sempat bahwa dalam satu kelas, tidak seluruh anak didik memiliki keterampilan belajar yang sama. Sehingga hanya anak yang pintar saja yang dapat mengerjakan soal tersebut, sementara anak yang tidak cukup pintar, menjadi semakin bingung, gelisah, dan cepat jenuh karena si guru menyerahkan soal susah tanpa menyerahkan jalan keluar. Situasi ruang belajar pun menjadi tidak tertib sebab anak didik yang tidak dapat mengerjakan soal tersebut malah akan menciptakan ulah. Alhasil, guru bakal merasa gagal melatih anak didiknya.

Seorang guru yang baik hendaklah dapat menciptakan jam pelajaran dilangsungkan tanpa terasa. Baik guru dan anak didik sama-sama merasakan kesenangan dalam proses belajar mengajar. Situasi belajar yang mengasyikkan ini dapat terbuat berkat kreativitas dan usaha yang dilaksanakan oleh pendidik atau motivator. Banyak teknik untuk menjadi seorang guru yang baik. Berdasarkan keterangan dari pakar pendidik yang biasa dipanggil Pakde Sofa. Seorang pendidik atau motivator supaya disukai anak umur dini, mempunyai 14 karakter atau kriteria sebagai berikut:

1. Sabar
Kesabaran adalahsuatu situasi seseorang bisa mengendalikan emosinya saat dihadapi suatu situasi tertentu. Misalnya, seorang guru tidak jarang menghadapi tingkah laku anak didik, terkadang tingkah laku itu tidak menyenangkan, susah diatur, menciptakan gaduh suasana ruang belajar sehingga dominan terhadap proses belajar mengajar. Di sinilah kendala guru guna tetap bersabar menghadapi sekian banyak perilaku anak didiknya.

2. Penuh kasih sayang
Ketika sedang di lingkungan sekolah, guru adalahorang tua untuk anak didiknya. Anak umur dini, relatif masih paling muda memerlukan kasih sayang sarat dari orang tuanya. Oleh sebab itu, peran guru sebagai orang tua di sekolah mesti dapat memberikan kasih sayang tulus untuk semua anak didiknya.

3. Penuh perhatian
Seorang guru yang baik mempunyai sifat sarat perhatian untuk anak didiknya. Guru mesti peka menyaksikan segala sesuatu evolusi yang terjadi pada anak didiknya. Misalnya, saat seorang anak yang seringkali ceria dan motivasi belajar di kelas, sebuah waktu anak itu menjadi sensitif, gampang menangis dan tidak motivasi belajar. Guru yang sarat perhatian pastinya akan memahami perubahan itu dan menggali tahu penyebabnya serta menolong mencari solusi persoalan yang dihadapi anak.

4. Ramah
Guru hendaknya selalu mengindikasikan perilaku yang menyenangkan untuk orang lain. Ketika masuk ke dalam kelas, berikan senyuman untuk seisi kelas, tidak boleh bermuka masam, cemberut dan berkesan galak. Sapa anak didik dengan ramah dan sampaikan salam untuk mereka dan buatlah anak didik merasa nyaman dengan kehadiran guru di sekitar mereka.

5. Toleransi terhadap anak
Toleransi adalahsuatu perilaku guru tidak memaksakan kehendak pada anak dan mau memahami apa yang sedang dihadapi anak.

6. Empati
Empati adalahsuatu sifat guru yang dapat menikmati apa yang dialami oleh anak didiknya. Seorang guru yang mempunyai sifat empati tidak akan tidak mempedulikan anak didiknya sedih, apa yang dialami anak pada satu masa-masa tertentu dapat dialami oleh gurunya pula. Sifat empati perlu dipunyai guru supaya guru mempunyai rasa kepekaan terhadap apa yang dirasakan atau dialami anak didik.

7. Penuh kehangatan
Guru yang mempunyai sifat sarat kehangatan ditandai dengan keterampilan menciptakan keadaan yang menyenangkan, bebas dari rasa fobia dan cemas. Suasana laksana ini dapat dibuat guru dalam situasi dan masa-masa apapun. Anak tidak fobia dengan guru yang sarat kehangatan, bahkan anak merasa aman dan selalu hendak dekat dengan gurunya.

8. Menerima apa adanya
Setiap anak tercetus dari family yang bertolak belakang dan anak memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Guru tidak bisa menyamakan anak dan memperlakukan sama seluruh anak sebab setiap anak punya sifat dan keterampilan yang berbeda-beda. Guru butuh menerima anak apa adanya dengan segala keunggulan dan kekurangannya.

9. Adil
Adil adalahsatu sifat beda yang perlu dipunyai guru sebagai pendidik. Guru yang adil ialah guru yang tidak membeda-bedakan anak, seluruh anak diperlakukan sama khususnya dalam urusan perhatian dan kasih sayang.

10. Memahami perasaan anak
Anak ialah individu yang masih paling labil, perilaku anak senantiasa diprovokasi oleh lingkungannya. Bila anak diperlakukan mengasyikkan maka anak bakal tampil terang ceria. Namun, bila anak diperlakukan tidak menyenangkan, tidak jarang dipersalahkan, tidak sedikit dilarang dan format perlakuan lainnya menciptakan anak tidak bisa tampil ceria laksana anak lain. Suasana psikologis yang dirasakan anak akan memprovokasi bagaimana perilaku anak.

11. Pemaaf
Sikap pemaaf ialah rasa memaklumi atas tindakan atau keterampilan yang dipunyai anak. Seorang guru jangan mempunyai rasa dendam dan kesal pada anak , guru yang pendendam bakal memperlakukan anak dengan perilaku yang tidak menyenangkan, contohnya dengan sering menakut-nakuti anak, sebenarnya dengan sikap pemaaf atas tindakan anak bisa menumbuhkan sikap guna menerima anak apa adanya.

12. Menghargai dan memahami anak
Rasa dihargai adalahsalah satu aspek keperluan setiap pribadi yang perlu diisi termasuk anak umur dini. Sekecil-kecilnya keterampilan yang diperlihatkan anak, guru mesti dapat menghargainya. Ungkapan terima kasih atas perilaku atau jasa yang sudah dilaksanakan anak adalahsalah satu wujud penghargaan guru terhadap anak.

13. Memberi kemerdekaan pada anak
Anak umur dini mempunyai rasa hendak tahu yang paling besar, anak mempunyai sifat berpetualang, tidak mengenal fobia dalam kondisi apapun dan anak tidak mengenal lelah. Bagi memfasilitasi sekian banyak sifat yang dipunyai anak maka guru butuh mempunyai sikap memberi kemerdekaan pada anak guna mencoba, menemukan, memilih sesuatu cocok dengan minat dan kebutuhannya.

14. Menciptakan hubungan yang akrab dengan anak
Memfasilitasi tumbuh kembang anak adalahsalah satu tugas yang mesti dilaksanakan guru. Anak mempunyai potensi guna berkembang baik potensi fisik, intelektual, sosial, emosi, maupun bahasa. Pengembangan sekian banyak aspek pertumbuhan ini tidak lepas dari pengaruh lingkungan yang ada di dekat anak tergolong pola interaksi yang terjadi antara anak dan guru. Guru perlu membuat hubungan yang akrab dan mengasyikkan dengan anak supaya dapat mendorong pencapaian pertumbuhan seperti yang diharapkan. (Enn)