Begini Cara Menjaga Anak Agar Tidak Mudah Sakit

Begini Cara Menjaga Anak Agar Tidak Mudah Sakit

Anak usia Balita sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi banyak hal. Masa dimana Anak tidak saja senang mempelajari benda-benda yang terdapat di rumah, melainkan pun di lingkungan sekitarnya. Sebagian anak barangkali sedang senang-senangnya bermain di luar lokasi tinggal seperti bersepeda, berlari-larian, dan mengerjakan permainan outdoor lain bareng kawan-kawannya. Saking aktifnya si Kecil bermain, Mam barangkali sampai mengkhawatirkan situasi kesehatan anak.

Sebenarnya, bermain ialah kebutuhan penting untuk si Kecil, sebagaimana santap sehat dan istirahat cukup. Dengan bermain, si Kecil belajar mengembangkan imajinasi, kreativitas, keterampilan sosial, serta keterampilan dalam memecahkan masalah. Tak butuh resah bila si Kecil tampak begitu energik bermain ya, Mam. Cukup simaklah asupan gizi, keperluan tidur, serta kebersihannya saja untuk mengawal kesehatan anak.

Pada umumnya, ada sejumlah hal yang umum mengakibatkan anak gampang sakit, yaitu:

Masalah Kekebalan Tubuh
Ini dapat terjadi pada anak yang mempunyai kelainan bawaan semenjak lahir, laksana penderita alergi (mekanisme imun di tubuhnya berlebihan). Namun, anak tanpa kelainan bawaan pun dapat mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.

Dalam website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Muzal Kadim SpA(K) mengatakan, drainase cerna ialah benteng kesehatan anak. Ini sebab di drainase cerna ada sekitar 80 persen sel yang menghasilkan antibodi. Saluran cerna bermanfaat sebagai sistem perlindungan (pertahanan) terdepan guna menghadapi mikroorganisme patogen, serta menata sistem pertahanan tubuh supaya lebih toleran terhadap alergen. Jadi, pastikan Mam menyerahkan asupan makanan bergizi untuk si Kecil sebagai tahapan utama dalam memperkuat kekebalan tubuhnya.

Lingkungan Tidak Higienis
Lingkungan yang tidak sehat adalah sumber virus dan bakteri yang sering mengganggu kesehatan anak. Lingkungan yang sangat umum menularkan penyakit untuk anak balita ialah sekolah. Bila ada di antara teman di sekolah si Kecil sedang sakit, bisa jadi besar bakal menular untuk anak-anak lain. Hal ini sebab anak yang sakit belum paham tentang tindakan perlindungan supaya penyakitnya tidak menyebar ke teman-temannya.

Infeksi
Infeksi seringkali ditandai dengan bertambahnya suhu tubuh anak (demam). Penyebab infeksi lazimnya bakteri dan virus. Si Kecil dapat menderita infeksi antara beda bila merasakan kontak langsung dengan sumber infeksi (misalnya, saat bermain dengan temannya yang telah sakit). Sebuah riset menuliskan, anak yang mengekor prasekolah mempunyai risiko merasakan infeksi 1,5-3 kali lebih besar dikomparasikan anak yang bermukim di rumah.

Menjaga kesehatan anak sangatlah penting supaya proses perkembangan dan perkembangannya berjalan lancar dan optimal. Berikut kiat praktis untuk mengawal kesehatan anak berikut:

Memberikan Makanan Bergizi
Pastikan si Kecil mendapat asupan gizi sesuai keperluan perkembangannya, Mam. Melalui sehat santap yang sehat, daya tahan tubuh anak si Kecil menjadi powerful untuk mencegah penyakit. Unsur gizi yang penting untuk pertumbuhan sekaligus kesehatan anak ialah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Komposisi gizi yang dianjurkan ialah 50-70 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak, dan 10-15 persen protein.

Menjaga Kebersihan
Di samping dari asupan makanan, daya tahan tubuh powerful juga dapat didapat dengan menjaga kesucian diri. Ajari si Kecil untuk mengetahui pentingnya urusan ini, Mam. Caranya antara beda dengan membudayakan anak membasuh tangan masing-masing akan dan berlalu makan, setiap berlalu buang air kecil maupun besar, mandi dua kali sehari, menggosok gigi pagi dan malam, serta membasuh kaki masing-masing mau tidur.

Aktif Bergerak
Gaya hidup aktif tidak melulu penting guna orang dewasa. Anak-anak juga harus tidak sedikit beraktivitas jasmani guna memperkuat daya tahan tubuhnya. Jadi, pastikan Mam menyerahkan waktu untuk si Kecil guna aktif bergerak paling tidak satu jam dalam sehari. Misalnya, dengan membiarkannya berlarian, menari, berayun, atau bermain di luar ruangan bareng teman-temannya. Bila anak aktif bergerak, aliran darah di tubuh si Kecil bakal menjadi lancar, ia terhindar dari obesitas, dan kekebalan tubuhnya juga baik.

Tidak Jajan Sembarangan
Salah satu kelaziman yang dapat menciptakan daya tahan tubuhnya menurun ialah jajan sembarangan. Dengan melakukan pembelian makanan maupun minuman yang tak terjamin kebersihannya, si Kecil menjadi berisiko guna terserang bakteri.
Memang tidak gampang meminta si Kecil guna tidak jajan ya, Mam. Namun, Mam tetap butuh mengingatkan si Kecil guna menghentikan kelaziman ini supaya ia tidak gampang sakit. Solusi lain ialah dengan tidak jarang kali membawakan si Kecil bekal ketika ke sekolah. Ini supaya si Kecil mempunyai camilan sehat dan lebih terjamin kebersihannya. Contoh penyakit yang tidak jarang diderita anak dampak kebiasaan jajan sembarangan ialah diare.

Patuhi Jadwal Imunisasi
Anak balita memiliki jadwal imunisasi yang telah diputuskan oleh pemerintah. Pastikan Mam mematuhi jadwal tersebut supaya kekebalan tubuh si Kecil terbentuk dan meminimalkan risiko terkena penyakit yang sudah diimunisasi. Kumpulan imunisasi yang diharuskan pemerintah untuk diserahkan kepada masing-masing anak ialah hepatitis B, polio, BCG, campak, dan DPT. Mam, pastikan untuk menyaksikan panduan beda dalam mengawal kesehatan anak lihat di sini, ya.