Tips Menjaga Komunikasi dengan Anak Bagi Orangtua Sibuk

Tips Menjaga Komunikasi dengan Anak Bagi Orangtua Sibuk

Kesibukan bekerja terkadang membuat orang tua lalai dalam mendidik anak sampai-sampai semakin jauh dengan anak, mulai dari kurangnya komunikasi menciptakan anak merasa tidak nyaman andai tidak disiasati dengan baik.
Masa pertumbuhan anak tidak bakal terulang kedua kalinya, oleh karena tersebut sebagai orang tua saya dan anda butuh memperhatikan pertumbuhan anak di masa pertumbuhannya. Apalagi anak masih dalam masa golden age, yaitu di umur 0-6 tahun. Pada masa tersebut anak menyerap sekian banyak hal mulai dari yang dilihat, didengar atau dirasakan.

Berikut ini ialah tips yang butuh Ayah bunda lakukan andai sibuk bekerja:

1. Sempatkan Waktu berkualitas bersama keluarga
Berikanlah kualitas yang baik ketika Anda bareng dengan anak. Kebutuhan anak tidak saja makan atau pakaian, namun anak pun perlu diserahkan kasih sayang, dipeluk, dicium, dan diperhatikan. Saat bareng dengan anak, usahakan jauhkan diri anda dari gadget atau TV. Luangkan waktu bareng anak mulai dari bercerita bersama, bercanda, olahraga bersama. Ajak anak berwisata ke lokasi yang mereka sukai sampai-sampai ia tetap menikmati bahwa kita begitu peduli dan sayang pada buah hati.

2. Waktu khusus guna anak
Sesibuk-sibuknya orangtua, anak tetap memerlukan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Minimal 1 jam dalam sehari, kita perlu menyediakan waktu untuk anak, sekadar mendengarkan kisah dari anak, keluhan mereka, dan siap menolong anak bila anak memerlukan bantuan.

3. Menemani anak bermain
Dunia anak ialah bermain, tidak boleh lewatkan saat-saat kebersamaan guna bermain dan berkomunikasi, contohnya saat anak sedang sibuk bermain Anda dapat mendekatinya serta menyuruh bicara seraya menemani anak bermain. Jangan biarkan anak terlalu tidak jarang datang untuk Anda, tetapi orang tua yang perlu berjuang untuk lebih tidak jarang datang untuk anak.

4. Dukung Minat Anak
Anak yang tidak jarang ditinggal seringkali lebih tidak jarang mengeluh atau bersikap manja. Jangan abaikan keluhan mereka. kita perlu memperhatikan segala keluhan mereka. Bila keluhan mereka berupa harapan, tetaplah dengarkan. kita tidak mesti tidak jarang kali mengabulkan permintaan mereka. Terkadang mereka melulu membutuhkan perhatian Anda. Hal yang lebih penting ialah pahami keperluan mereka. Misalnya, anak menyenangi suatu bidang tertentu, dukung Minat anak dengan menyerahkan anak peluang untuk belajar urusan yang disukainya.

5. Tetap terbuka
Perjuangan Ayah bunda dalam mengawal kedekatan dengan anak bakal terlihat dari sikap keterbukaan anak pada Anda. Bila anak telah mulai tertutup dan kurang dapat bersikap jujur apa adanya, orang tua butuh introspeksi diri. Setelah tersebut Anda perlu berusaha kembali, supaya anak dapat dekat pulang dengan Anda. Dengan kata lain, Anda mesti lebih aktif menyuruh anak berbicara. Jangan biarkan anak sibuk dengan dunianya sendiri.

6. Jangan melampiaskan masalah pada anak
Anak-anak ialah pribadi yang paling sensitif. Maka berusahalah guna menggunakan ucapan-ucapan yang baik dalam berkomunikasi dengan anak. Perhatikan pula nada bicara anda. Anak-anak dapat menjadi “down” ketika orang tua menanggapi pertanyaan anak dengan nada yang tidak cukup menyenangkan atau juga terlihat ogah-ogahan. Apabila orangtua mempunyai masalah di pekerjaan, maka tidak boleh melampiaskan kemarahan tersebut pada anak di rumah.

7. Berikan definisi tentang kegiatan Anda
Anak-anak terkadang tidak mengetahui apa yang Anda kerjakan di luar rumah, alhasil mereka suka membanding-bandingkan kita dengan orang tua temannya. Anda mesti dapat menjelaskan dalil Anda tidak jarang meninggalkan rumah, yaitu guna bekerja. Jelaskan untuk anak tentang kegiatan Anda, kenapa Anda perlu bekerja, apa yang terjadi bila Anda tidak bekerja, dan lain-lain.

Besarkan hati anak supaya mereka dapat menerima suasana dan yang tidak kalah urgen Anda perlu menciptakan kesepakatan dengan anak mengenai kapan Anda dapat menemani anak, kapan kita akan menyuruh anak liburan, kapan kita akan menyediakan waktu menelepon anak dari lokasi Anda bekerja, dan lainnya.

Ayah bunda, Anda juga perlu mengetahui pribadi anak dan perkembangan jati diri anak. Dengan memahami jati diri anak, Anda bakal semakin tahu bagaimana Anda mesti memperlakukan atau mendidik buah hati Anda. Jangan biarkan anak merasa sendiri atau kesepian di rumah sebab Anda terlampau sibuk bekerja. Jangan pula menunjukkan wajah lelah Anda untuk anak, walaupun kita baru saja bekerja keras.

Apakah kita telah mengupayakan tips di atas? Jika belum, yuk lebih dekat dengan anak dengan mengikuti sejumlah tips tersebut! Semoga bermanfaat. (Enn)