Melatih Anak Bersosialisasi Sejak Dini

Penting untuk kita orangtua untuk mengajar anak supaya dapat bersosialisasi dengan lingkungan lokasi ia berada. Banyak urusan yang dapat mereka pelajari dengan bersosialisasi, laksana sikap toleransi, empati, saling berbagi dan sebagainya. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Diusia anak yang masih dini, konsentrasi anak mayoritas masih pada diri sendiri, maka sangat dibutuhkan peran orangtua dalam mendorong dan menyuruh anak guna bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Sebaiknya kita tidak boleh langsung menyuruh anak guna bersosialisasi dengan tidak sedikit teman sekaligus, karena andai anak langsung dihadapkan dengan tidak sedikit teman baru yang belum ia kenal dapat menciptakan anak bingung, takut, bahkan menjadi susah untuk diarahkan.

Saat anak-anak berkumpul dalam jumlah banyak, mereka ingin bermain sendiri semau mereka atau berduel memperebutkan mainan, bahkan tidak sedikit permasalahan anak mendapat kosakata baru berupa ucapan-ucapan kotor yang berasal dari teman-temannya. Tentu anda sebagai orangtua tidak menghendaki anak anda terkena akibat buruk dari proses sosialisasi yang tidak terkontrol bukan?

Anak-anak mencontoh sikap dan perilaku orang dewasa yang terdapat di sekitarnya, untuk tersebut jadilah misal yang baik untuk mereka. Tunjukkan untuk anak bagaimana bersikap dan berperilaku baik untuk oranglain. Mengenalkan anak dengan lingkungan baru, barangkali akan menciptakan anak kaget pada awalnya, karena tersebut melatih anak bersosialisasi mesti dilaksanakan secara bertahap dan dicocokkan dengan karakter anak.

Tiap anak mempunyai karakter yang bertolak belakang sehingga teknik pendekatan yang diserahkan harus cocok dengan karakter mereka masing-masing. Saat anak mengerjakan hal baik tidak boleh lupa untuk menyerahkan reward berupa pujian untuk anak supaya anak termotivasi guna selalu melakukan baik.(Enn)

Cara Mencipta Suasana Belajar Kondusif

Anak dapat menjangkau hasil optimal maka mesti didukung dengan keadaan belajar yang kondusif, yaitu keadaan yang memungkinkan mereka memakai seluruh panca indera dalam belajar dengan tenang. Situasi belajar yang tenang bisa menilai keberhasilan seorang anak.

Kondisi belajar tersebut dapat dibuat dan tidak terjadi dengan sendirinya. Keinginan itu harus benar-benar dilaksanakan, bukan sekadar kemauan tetapi tanpa tindakan. Para pendidik, baik orang tua dan guru mesti menciptakan strategi guna menciptakan situasi belajar kondusif supaya anak didik dapat menjangkau keberhasilan belajar dengan optimal. Untuk menyokong keberhasilan belajar seorang anak maka anda harus menyimak tiga hal, yaitu aspek internal, aspek eksternal dan lingkungan.

1. Aspek Internal
Aspek internal adalah aspek-aspek yang terdapat di dalam diri si anak. Aspek-aspek ini bakal menilai kenyamanan yang dialami seorang anak baik secara fisik, mental, dan emosional.

Fisik

  • Tubuh yang segar
    Secara fisik, contohnya si anak mempunyai tubuh yang segar maka anak bakal lebih mudah konsentrasi dalam belajar, sementara bila situasi tubuh sedang mengantuk dan lelah bakal menghambat fokus anak dalam belajar.
  • Makan secukupnya
    Sebaiknya sebelum belajar anak sudah santap secukupnya, tidak boleh terlalu kenyang. Bila anak santap terlalu kenyang seringkali lebih gampang mengantuk sampai-sampai mengganggu fokus belajar. Hal ini diakibatkan karena energi yang seharusnya diperlukan untuk berkonsentrasi dalam belajar, malah menjadi energi yang dipakai untuk memahami makanan.
  • Rentang masa-masa konsentrasi.
    Pada lazimnya anak-anak dapat berkonsentrasi maksimal hingga 20 menit. Lebih dari masa-masa tersebut, mereka ingin sudah bosan, gelisah dan susah untuk berkonsentrasi.

Mental dan emosional

  • Suasana hati (mood)
    Mood yang baik akan memprovokasi keberhasilan anak dalam belajar. Ketika anak sedang menikmati suasana hati yang tidak mengasyikkan karena sekian banyak perasaan negatif (sedih, tertekan, kecewa atau marah) bakal mempengaruhi fokus mereka sampai-sampai tidak konsentrasi dalam belajar.
  • Bebas dari ketegangan psikologis
    Situasi belajar bakal kondusif bila anak bebas dari ketegangan psikologis. Misalnya, anak tidak terganggu oleh pertengkaran orang tuanya atau saudara-saudaranya. Bahkan terkadang sampai timbul kekerasan baik secara jasmani maupun verbal.
  • Bebas dari ancaman
    Seorang anak bakal merasa nyaman dalam belajar saat ia sungguh bebas dari ancaman dan paksaan orang tua yang mewajibkan untuk belajar ini dan itu. Dengan menyerahkan pengertian yang baik, anak bakal dengan sendirinya mengetahui bahwa dia memang butuh belajar dan bakal melakukannya dengan gembira
  • Hadirnya sosok pendukung
    Sosok penyokong terdekat dengan anak biasanya ialah seorang ibu. Kehadiran sosok ibu dapat menyerahkan motivasi untuk anak guna belajar. Bayangkan alangkah beratnya andai setiap hari Ia mesti tidak jarang kali belajar sendiri, tanpa terdapat seorangpun yang mendampingi dan membimbingnya.

2. Aspek Eksternal

Aspek eksternal adalahaspek-aspek di luar diri si anak. Sama halnya dengan aspek internal, aspek ini pun akan turut serta menyerahkan kenyamanan dan kondisi yang kondusif dalam menyusun suasana belajar yang santai. Aspek eksternal dapat anda bedakan menjadi dua yakni sarana utama dan sarana pendukung.

Sarana utama

  • Meja belajar yang bersih
  • Kursi yang nyaman
  • Alat tulis serta kitab tulis yang memadai
  • Buku latihan yang dibutuhkan
  • Penerangan yang cukup

Sarana pendukung

  • Air minum yang berada dalam jangkauan
  • Papan guna menempel kertas atau stiker
  • Papan guna mencoret-coret
  • Poster atau lukisan yang bertajuk belajar yang bisa menjadi sumber ilham saat semangat anak menurun.
  • Kertas bertuliskan rumus-rumus, diagram atau mind mapping.
  • Komputer dan printer

3. Lingkungan

  • Interior kamar yang mendukung. Misalnya, berikan warna dinding dan dekorasi dinding yang digemari anak. Biasanya, warna terang akan memunculkan semangat dan keceriaan anak dalam belajar. Sebuah penelitian mengaku bahwa warna biru, putih dan kuning dapat menyerahkan pengaruh positif terhadap fokus belajar.
  • Temperatur kelas yang nyaman. Setiap anak mempunyai kepekaan terhadap suhu yang berbeda-beda. Kenali suhu sangat nyaman untuk anak supaya dapat menolong mereka berkonsentrasi dalam belajar.
  • Bebas gangguan atau distraksi. Misalnya suara televisi, radio, kegaduhan orang bicara, suara bising jalan raya dan lain-lain.
  • Bebas bau yang tidak enak. Pastikan kelas anak tidak terganggu oleh bau-bau yang tidak sedap sampai-sampai akan mengganggu anak dalam belajar
  • Belajar tidak mesti tidak jarang kali di ruangan tertutup. Tetapi bisa juga dilaksanakan di outdoor, pada udara terbuka. Suasana ini akan menciptakan anak santai dan tidak jenuh dalam belajar.
  • Berikan komentar positif dan tunjukkan bahwa kita menyokong anak supaya mereka semakin motivasi dan termotivasi dalam belajar.

Dari ketiga aspek yang dapat menyokong keberhasilan anak dalam belajar itu tidak bisa berdiri sendiri secara ekslusif atau terpisah dari faktor-faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut saling memprovokasi antara satu dengan yang lainnya. Analisa mengenai faktor-faktor tersebut bertujuan untuk memprovokasi suasana belajar melatih dan strategi pendidik demi membuat iklim belajar yang kondusif. (ENn)

Anak Suka Belajar Bila Caranya Menyenangkan

Pada dasarnya masing-masing anak ialah pembelajar. Jadi tidak terdapat anak yang tidak suka belajar. Ketika mereka mendapatkan cara pembelajaran yang menyenangkan, mereka bakal dengan mudah mengetahui apa yang sedang mereka pelajari. Belajar bakal menjadi urusan yang menyenangkan untuk mereka, bukan sebab tertekan dan paksaan. Sebaliknya, saat yang mengajari tidak cukup menyenangkan, pemarah dan tidak sabar, anak bakal cepat merasa jenuh dan tidak inginkan belajar.

Dalam proses belajar mengajar, terdapat yang disebut cara anchoring, yakni mengaitkan antara latihan dengan yang memberi pelajaran. Bila yang memberi pelajaran unik dan mengasyikkan tentunya latihan akan digemari oleh anak.

Ketika jaman anda sekolah di bangku SMP, latihan matematika ialah salah satu latihan yang ditakuti murid. Bahkan bila gurunya tidak masuk mengajar, murid malah akan senang dan bertepuk tangan. Tetapi, bila teknik mengajar gurunya asyik, menyenangkan, sabar, baik dan telaten, tentunya latihan matematika bukan sesuatu latihan yang menakutkan ya?

Buatlah situasi supaya kita sebagai pengajarnya anak-anak menjadi objek perhatian yang menarik untuk mereka. Make your self interesting! Bila anda analogikan, laksana permainan topeng monyet. Sebelum atraksi topeng monyet dimulai, tukang topeng monyetnya menabuh musik terlebih dahulu supaya mendapat perhatian anak-anak.

Mereka tidak perlu mengajak anak-anak secara verbal guna menonton, melainkan malah anak-anak yang bakal datang dengan sendirinya sebab rasa hendak tahu dan ketertarikan mereka menyaksikan pertunjukan tersebut. Begitu pula bila kita hendak mengajarkan anak membaca. Bantu mereka guna menumbuhkan minat baca terlebih dahulu.

Kita dapat menceritakan buku-buku dengan tema yang unik dan digemari anak. Misalnya mengenai robot, hewan atau figur kartun kesenangan mereka. Dongengkan dengan suara keras dan intonasi yang tidak monoton. Buatlah supaya menjadi sesuatu yang menarik untuk anak. Sehingga mereka bakal curious (ingin tahu) dan bisa menjadi topik obrolan unik antara guru atau orang tua dan anak.

Ketika anak telah tertarik dan mempunyai rasa hendak tahu, perlahan bakal timbul minatnya guna membaca. Mereka bakal rajin memilih kitab yang mereka sukai guna dibaca. Ini dengan kata lain bahwa mereka sadar dengan sendirinya (motivasi intrinsik), bahwa dengan menyimak dan belajar mereka bakal mendapatkan tidak sedikit pengetahuan dan cakrawala.

Metode pengajaran yang mengasyikkan (Fun Learning) untuk anak umur 3-6 tahun dapat anda temukan di TK Madina Rabbani. Melalui cara Fun learning, biMBA menolong untuk menumbuhkan minat baca dan belajar anak sampai-sampai anak bakal senang dan menyukai pekerjaan baca dan belajar. Dunia anak ialah bermain, di TK madina Rabbani anak bisa bermain seraya belajar, jadi anak tidak merasa tertekan dan darurat dalam belajar sebab mereka belajar dalam kondisi yang menyenangkan. (Enn)

Jadwal dan Harga Tiket Bus Damri Menuju Bandara Kertajati dari Cirebon

Bandara Kertajati adi Majalengka bandar udara terbesar kedua setelah Bandar Soekarno Hatta di Indonesia. Bandara ini di bangun guna untuk melayani masyarakat terutama wilayah Bandung dan juga Cirebon selain sebagai alternatif bandara Soekarno Hatta yang semakin padat.

Transportasi umum untuk menuju ke bandara ini , anda bisa memilih taksi atau pun bus Damri yang siap menghantarkan anda dari Cirebon atau pun Bandung menuju ke Bandara Kertajati PP sedangkan untuk jadwal keberangkatan bus Damri menuju ke Bandara Kertajati atau pun ke Bandung dan ke Cirebon saat ini hanya beroperasi satu kali perhari, yakni satu kali rute Bandung – Ketajati / Kertajati Bandung dan Cirebon – Kertajati / Kertajati – Cirebon.

Harga Tiket Bus Damri ke Bandara Kertajati 2019
Harga Tiket bus Damri menuju Bandara Kertajati , untuk tarif pada hari normal atau pada situasi normal harga tiket dari Bandung ke Bandara Kertajati Rp 75.000 dan dari Cirebon ke Bandara Kertajati bertarif Rp 40.000, untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi Loket agen bus Damri yang berada di Bandara kertajati dan di Bandung dan di Cirebon.

Berikut adalah Kontak bus Damri Bandara Kertajati :

Azzani : 081324073919
Terminal Kebung Kuwung 022 420 4703
Terminla Harjamukti 0231 204 211
Call Center Damri 1500 025

Begitulah Informasi Jadwal dan Harga tiket bus Damri ke Bandara Ketajati 2019 . semoga dapat bermanfaat untuk anda yang sedang mencari infromasi terkait, oh ya untuk Jadwal Bus Damri dan Tarif tiket dapat berubah ubah untuk informasi lebih lanjut hubungi kontak damri di atas.

Begini Karakter Guru yang Disukai oleh Anak

Orangtua sebaiknya memiliki karakter guru yang baik.Diperlukan kesediaan dan ketulusan dalam berbagi ilmu dengan anak didiknya, pendidik pun harus menciptakan strategi dalam membuat suasana belajar yang menyenangkan. Proses pembelajaran bakal menyenangkan bilamana guru dapat menjadi teladan untuk anak didiknya, tangkas dalam merespon keperluan anak didik.

Terkadang guru tak sempat bahwa dalam satu kelas, tidak seluruh anak didik memiliki keterampilan belajar yang sama. Sehingga hanya anak yang pintar saja yang dapat mengerjakan soal tersebut, sementara anak yang tidak cukup pintar, menjadi semakin bingung, gelisah, dan cepat jenuh karena si guru menyerahkan soal susah tanpa menyerahkan jalan keluar. Situasi ruang belajar pun menjadi tidak tertib sebab anak didik yang tidak dapat mengerjakan soal tersebut malah akan menciptakan ulah. Alhasil, guru bakal merasa gagal melatih anak didiknya.

Seorang guru yang baik hendaklah dapat menciptakan jam pelajaran dilangsungkan tanpa terasa. Baik guru dan anak didik sama-sama merasakan kesenangan dalam proses belajar mengajar. Situasi belajar yang mengasyikkan ini dapat terbuat berkat kreativitas dan usaha yang dilaksanakan oleh pendidik atau motivator. Banyak teknik untuk menjadi seorang guru yang baik. Berdasarkan keterangan dari pakar pendidik yang biasa dipanggil Pakde Sofa. Seorang pendidik atau motivator supaya disukai anak umur dini, mempunyai 14 karakter atau kriteria sebagai berikut:

1. Sabar
Kesabaran adalahsuatu situasi seseorang bisa mengendalikan emosinya saat dihadapi suatu situasi tertentu. Misalnya, seorang guru tidak jarang menghadapi tingkah laku anak didik, terkadang tingkah laku itu tidak menyenangkan, susah diatur, menciptakan gaduh suasana ruang belajar sehingga dominan terhadap proses belajar mengajar. Di sinilah kendala guru guna tetap bersabar menghadapi sekian banyak perilaku anak didiknya.

2. Penuh kasih sayang
Ketika sedang di lingkungan sekolah, guru adalahorang tua untuk anak didiknya. Anak umur dini, relatif masih paling muda memerlukan kasih sayang sarat dari orang tuanya. Oleh sebab itu, peran guru sebagai orang tua di sekolah mesti dapat memberikan kasih sayang tulus untuk semua anak didiknya.

3. Penuh perhatian
Seorang guru yang baik mempunyai sifat sarat perhatian untuk anak didiknya. Guru mesti peka menyaksikan segala sesuatu evolusi yang terjadi pada anak didiknya. Misalnya, saat seorang anak yang seringkali ceria dan motivasi belajar di kelas, sebuah waktu anak itu menjadi sensitif, gampang menangis dan tidak motivasi belajar. Guru yang sarat perhatian pastinya akan memahami perubahan itu dan menggali tahu penyebabnya serta menolong mencari solusi persoalan yang dihadapi anak.

4. Ramah
Guru hendaknya selalu mengindikasikan perilaku yang menyenangkan untuk orang lain. Ketika masuk ke dalam kelas, berikan senyuman untuk seisi kelas, tidak boleh bermuka masam, cemberut dan berkesan galak. Sapa anak didik dengan ramah dan sampaikan salam untuk mereka dan buatlah anak didik merasa nyaman dengan kehadiran guru di sekitar mereka.

5. Toleransi terhadap anak
Toleransi adalahsuatu perilaku guru tidak memaksakan kehendak pada anak dan mau memahami apa yang sedang dihadapi anak.

6. Empati
Empati adalahsuatu sifat guru yang dapat menikmati apa yang dialami oleh anak didiknya. Seorang guru yang mempunyai sifat empati tidak akan tidak mempedulikan anak didiknya sedih, apa yang dialami anak pada satu masa-masa tertentu dapat dialami oleh gurunya pula. Sifat empati perlu dipunyai guru supaya guru mempunyai rasa kepekaan terhadap apa yang dirasakan atau dialami anak didik.

7. Penuh kehangatan
Guru yang mempunyai sifat sarat kehangatan ditandai dengan keterampilan menciptakan keadaan yang menyenangkan, bebas dari rasa fobia dan cemas. Suasana laksana ini dapat dibuat guru dalam situasi dan masa-masa apapun. Anak tidak fobia dengan guru yang sarat kehangatan, bahkan anak merasa aman dan selalu hendak dekat dengan gurunya.

8. Menerima apa adanya
Setiap anak tercetus dari family yang bertolak belakang dan anak memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Guru tidak bisa menyamakan anak dan memperlakukan sama seluruh anak sebab setiap anak punya sifat dan keterampilan yang berbeda-beda. Guru butuh menerima anak apa adanya dengan segala keunggulan dan kekurangannya.

9. Adil
Adil adalahsatu sifat beda yang perlu dipunyai guru sebagai pendidik. Guru yang adil ialah guru yang tidak membeda-bedakan anak, seluruh anak diperlakukan sama khususnya dalam urusan perhatian dan kasih sayang.

10. Memahami perasaan anak
Anak ialah individu yang masih paling labil, perilaku anak senantiasa diprovokasi oleh lingkungannya. Bila anak diperlakukan mengasyikkan maka anak bakal tampil terang ceria. Namun, bila anak diperlakukan tidak menyenangkan, tidak jarang dipersalahkan, tidak sedikit dilarang dan format perlakuan lainnya menciptakan anak tidak bisa tampil ceria laksana anak lain. Suasana psikologis yang dirasakan anak akan memprovokasi bagaimana perilaku anak.

11. Pemaaf
Sikap pemaaf ialah rasa memaklumi atas tindakan atau keterampilan yang dipunyai anak. Seorang guru jangan mempunyai rasa dendam dan kesal pada anak , guru yang pendendam bakal memperlakukan anak dengan perilaku yang tidak menyenangkan, contohnya dengan sering menakut-nakuti anak, sebenarnya dengan sikap pemaaf atas tindakan anak bisa menumbuhkan sikap guna menerima anak apa adanya.

12. Menghargai dan memahami anak
Rasa dihargai adalahsalah satu aspek keperluan setiap pribadi yang perlu diisi termasuk anak umur dini. Sekecil-kecilnya keterampilan yang diperlihatkan anak, guru mesti dapat menghargainya. Ungkapan terima kasih atas perilaku atau jasa yang sudah dilaksanakan anak adalahsalah satu wujud penghargaan guru terhadap anak.

13. Memberi kemerdekaan pada anak
Anak umur dini mempunyai rasa hendak tahu yang paling besar, anak mempunyai sifat berpetualang, tidak mengenal fobia dalam kondisi apapun dan anak tidak mengenal lelah. Bagi memfasilitasi sekian banyak sifat yang dipunyai anak maka guru butuh mempunyai sikap memberi kemerdekaan pada anak guna mencoba, menemukan, memilih sesuatu cocok dengan minat dan kebutuhannya.

14. Menciptakan hubungan yang akrab dengan anak
Memfasilitasi tumbuh kembang anak adalahsalah satu tugas yang mesti dilaksanakan guru. Anak mempunyai potensi guna berkembang baik potensi fisik, intelektual, sosial, emosi, maupun bahasa. Pengembangan sekian banyak aspek pertumbuhan ini tidak lepas dari pengaruh lingkungan yang ada di dekat anak tergolong pola interaksi yang terjadi antara anak dan guru. Guru perlu membuat hubungan yang akrab dan mengasyikkan dengan anak supaya dapat mendorong pencapaian pertumbuhan seperti yang diharapkan. (Enn)

Dilema Anak Belajar Membaca dan Berhitung Usia Dini

Banyak kalangan yang masih pro dan kontra mengenai mengajarkan membaca dan berhitung pada anak usia dini. Sebagian mengaku bahwa membaca dan berhitung pada usia anak usia dini berarti memaksakan anak guna memiliki keterampilan yang seharusnya baru diajarkan di bangku sekolah dasar.

Hal ini menyebabkan waktu bermain yang seharusnya ialah aktivitas berpengaruh di usia mereka berkurang atau bahkan terabaikan, sampai-sampai dikhawatirkan bakal menghambat pertumbuhan potensi dan keterampilan anak secara optimal di lantas hari.

Sebagian beda berpendapat, tidak masalah mengajarkan membaca dan berhitung sejak anak usia dini. Biasanya yang mempunyai pendapat guna membolehkan anak diajarkan baca dan tulis dilatarbelakangi supaya anaknya tidak mengalami kendala ketika masuk SD. Tuntutan masuk ke SD pada ketika ini mensyaratkan bahwa anak sudah dapat untuk membaca dan menulis.

Dengan adanya perdebatan tersebut, tidak jarang menciptakan orangtua menjadi bingung, pendapat mana yang mesti diikuti, sebab masing-masing pendapat memiliki dalil yang lumayan kuat. Orang tua dan guru mesti bersikap budiman dengan menilai penyelesaian terbaik.

Di satu sisi anda sebagai orang tua atau guru tentunya mengharapkan potensi dan keterampilan anak bisa tumbuh optimal melewati stimulasi edukasi yang tepat yang akan anda ajarkan untuk mereka, namun tetap tidak mengurangi kegiatan dominan di usia mereka yakni bermain.

Pertanyaannya tidak lagi apakah seorang balita dapat diajar membaca atau tidak, namun bagaimana melatih anak balita membaca? Di Jepang dan negara-negara maju lainnya anak-anak sudah diperkenalkan membaca sejak mereka tetap pra-TK. Mereka pasti tidak hendak ‘mengorbankan’ anak-anak mereka andai mereka tahu bahwa belajar membaca akan berdampak buruk untuk anak mereka di masa depan.

Bagaimanapun metode melatih anak usia dini guna membaca, berhitung dan berhitung mesti benar-benar diperhatikan. Mengajar untuk anak usia dini mesti dilaksanakan dengan keadaan gembira, tidak formal atau serius seperti melatih anak yang telah usia SD, sebab ini akan memunculkan kejenuhan atau rasa jenuh pada anak. Mengingat fokus pada anak usia dini guna satu topik kupasan saja masih paling terbatas.

Oleh sebab itu, materi latihan yang diserahkan jangan terlalu tidak sedikit dan durasi belajar tidak boleh terlalu lama. Belajar dilaksanakan dengan pendekatan yang mengasyikkan anak, bukan dipaksakan sampai-sampai si anak bakal merasa terbebani. Namun, kerjakan sambil bermain sehingga kegiatan dominan anak pada usia tersebut, yakni dunia bermainnya mereka tidak hilang. (Enn)

Begini Cara Menjaga Anak Agar Tidak Mudah Sakit

Anak usia Balita sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi banyak hal. Masa dimana Anak tidak saja senang mempelajari benda-benda yang terdapat di rumah, melainkan pun di lingkungan sekitarnya. Sebagian anak barangkali sedang senang-senangnya bermain di luar lokasi tinggal seperti bersepeda, berlari-larian, dan mengerjakan permainan outdoor lain bareng kawan-kawannya. Saking aktifnya si Kecil bermain, Mam barangkali sampai mengkhawatirkan situasi kesehatan anak.

Sebenarnya, bermain ialah kebutuhan penting untuk si Kecil, sebagaimana santap sehat dan istirahat cukup. Dengan bermain, si Kecil belajar mengembangkan imajinasi, kreativitas, keterampilan sosial, serta keterampilan dalam memecahkan masalah. Tak butuh resah bila si Kecil tampak begitu energik bermain ya, Mam. Cukup simaklah asupan gizi, keperluan tidur, serta kebersihannya saja untuk mengawal kesehatan anak.

Pada umumnya, ada sejumlah hal yang umum mengakibatkan anak gampang sakit, yaitu:

Masalah Kekebalan Tubuh
Ini dapat terjadi pada anak yang mempunyai kelainan bawaan semenjak lahir, laksana penderita alergi (mekanisme imun di tubuhnya berlebihan). Namun, anak tanpa kelainan bawaan pun dapat mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.

Dalam website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Muzal Kadim SpA(K) mengatakan, drainase cerna ialah benteng kesehatan anak. Ini sebab di drainase cerna ada sekitar 80 persen sel yang menghasilkan antibodi. Saluran cerna bermanfaat sebagai sistem perlindungan (pertahanan) terdepan guna menghadapi mikroorganisme patogen, serta menata sistem pertahanan tubuh supaya lebih toleran terhadap alergen. Jadi, pastikan Mam menyerahkan asupan makanan bergizi untuk si Kecil sebagai tahapan utama dalam memperkuat kekebalan tubuhnya.

Lingkungan Tidak Higienis
Lingkungan yang tidak sehat adalah sumber virus dan bakteri yang sering mengganggu kesehatan anak. Lingkungan yang sangat umum menularkan penyakit untuk anak balita ialah sekolah. Bila ada di antara teman di sekolah si Kecil sedang sakit, bisa jadi besar bakal menular untuk anak-anak lain. Hal ini sebab anak yang sakit belum paham tentang tindakan perlindungan supaya penyakitnya tidak menyebar ke teman-temannya.

Infeksi
Infeksi seringkali ditandai dengan bertambahnya suhu tubuh anak (demam). Penyebab infeksi lazimnya bakteri dan virus. Si Kecil dapat menderita infeksi antara beda bila merasakan kontak langsung dengan sumber infeksi (misalnya, saat bermain dengan temannya yang telah sakit). Sebuah riset menuliskan, anak yang mengekor prasekolah mempunyai risiko merasakan infeksi 1,5-3 kali lebih besar dikomparasikan anak yang bermukim di rumah.

Menjaga kesehatan anak sangatlah penting supaya proses perkembangan dan perkembangannya berjalan lancar dan optimal. Berikut kiat praktis untuk mengawal kesehatan anak berikut:

Memberikan Makanan Bergizi
Pastikan si Kecil mendapat asupan gizi sesuai keperluan perkembangannya, Mam. Melalui sehat santap yang sehat, daya tahan tubuh anak si Kecil menjadi powerful untuk mencegah penyakit. Unsur gizi yang penting untuk pertumbuhan sekaligus kesehatan anak ialah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Komposisi gizi yang dianjurkan ialah 50-70 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak, dan 10-15 persen protein.

Menjaga Kebersihan
Di samping dari asupan makanan, daya tahan tubuh powerful juga dapat didapat dengan menjaga kesucian diri. Ajari si Kecil untuk mengetahui pentingnya urusan ini, Mam. Caranya antara beda dengan membudayakan anak membasuh tangan masing-masing akan dan berlalu makan, setiap berlalu buang air kecil maupun besar, mandi dua kali sehari, menggosok gigi pagi dan malam, serta membasuh kaki masing-masing mau tidur.

Aktif Bergerak
Gaya hidup aktif tidak melulu penting guna orang dewasa. Anak-anak juga harus tidak sedikit beraktivitas jasmani guna memperkuat daya tahan tubuhnya. Jadi, pastikan Mam menyerahkan waktu untuk si Kecil guna aktif bergerak paling tidak satu jam dalam sehari. Misalnya, dengan membiarkannya berlarian, menari, berayun, atau bermain di luar ruangan bareng teman-temannya. Bila anak aktif bergerak, aliran darah di tubuh si Kecil bakal menjadi lancar, ia terhindar dari obesitas, dan kekebalan tubuhnya juga baik.

Tidak Jajan Sembarangan
Salah satu kelaziman yang dapat menciptakan daya tahan tubuhnya menurun ialah jajan sembarangan. Dengan melakukan pembelian makanan maupun minuman yang tak terjamin kebersihannya, si Kecil menjadi berisiko guna terserang bakteri.
Memang tidak gampang meminta si Kecil guna tidak jajan ya, Mam. Namun, Mam tetap butuh mengingatkan si Kecil guna menghentikan kelaziman ini supaya ia tidak gampang sakit. Solusi lain ialah dengan tidak jarang kali membawakan si Kecil bekal ketika ke sekolah. Ini supaya si Kecil mempunyai camilan sehat dan lebih terjamin kebersihannya. Contoh penyakit yang tidak jarang diderita anak dampak kebiasaan jajan sembarangan ialah diare.

Patuhi Jadwal Imunisasi
Anak balita memiliki jadwal imunisasi yang telah diputuskan oleh pemerintah. Pastikan Mam mematuhi jadwal tersebut supaya kekebalan tubuh si Kecil terbentuk dan meminimalkan risiko terkena penyakit yang sudah diimunisasi. Kumpulan imunisasi yang diharuskan pemerintah untuk diserahkan kepada masing-masing anak ialah hepatitis B, polio, BCG, campak, dan DPT. Mam, pastikan untuk menyaksikan panduan beda dalam mengawal kesehatan anak lihat di sini, ya.

Pentingnya Tidur Siang dan Tidur Malam Bagi Anak

Anak Akan tumbuh berkembang lebih maksimal lagi bila ia terbiasa tidur siang dan tidur nyenyak sepanjang malam. Karena di ketika tidur, tubuh anak bakal memproduksi hormon perkembangan yang dapat menambah sistem kekebalan tubuhnya (artinya, anak akan lebih jarang sakit).

Penelitian oleh Columbia University Medical Center, AS, mengadukan bahwa tidur meningkatkan keterampilan belajar anak di seluruh usia. Di samping itu, tidur lumayan juga dapat menangkal anak keletihan yang dapat membuatnya rewel sepanjang hari. Itulah kenapa tidur sangat diperlukan oleh anak. Jika anak belum memadai durasi tidurnya ketika malam hari, ia dapat mencukupinya pada siang hari. Tidur siang memberikan guna baik untuk kesehatan anak sama laksana tidur malam.

Sebuah riset yang dilaksanakan University of Southern Missisipi, AS, yang meneliti laporan dari semua orang tua, mengejar bahwa anak umur 4 – 5 tahun yang tidak pernah tidur siang ternyata mempunyai tingkat hiperaktif yang lebih tinggi, gampang gelisah, dan depresi dibanding anak yang tidur siang minimal seminggu sekali.

Coba 4 Cara inilah untuk merayu anak supaya mau tidur siang:

1. Ajak anak tidur siang tidak lama sesudah ia santap siang
Seperti orang dewasa, anak-anak pun bakal mengantuk sesudah makan. Manfaatkan peluang emas ini untuk menyuruh anak tidur siang. Ciptakan lingkungan nyaman supaya anak dapat tidur lebih cepat. Misal, nyalakan AC atau kipas angin supaya anak tidak kepanasan, matikan TV, dan matikan lampu kamar.

2. Jadwalkan waktu tidur siang yang sama masing-masing hari
Jadwal tidur dan bangun tidur yang tidak jarang kali tepat waktu ialah salah satu langkah mula paling penting andai Anda hendak anak tidur cukup. Sebisa barangkali jadwalkan waktu tidur dan bangun tidur siang pada masa-masa yang sama masing-masing hari, bahkan di hari liburnya sekalipun. Dengan mematuhi jadwal tidur yang teratur masing-masing harinya, tubuh anak menjadi lebih ringan sebab hormon kortisol yang dicungkil lebih teratur. Hormon kortisol yang tidak jarang kali stabil memberinya energi lebih banyak dan tahan lama guna beraktivitas selanjutnya.

Tidur siang mungkin menciptakan anak jadi lebih susah tidur lelap di malam hari. Itu sebabnya, Anda mesti memajukan jadwalnya dan batasi lama waktu tidur siang selama 20-30 menit masing-masing hari. Misal, anak kembali sekolah pukul 12.00, berikan slot 1 jam untuknya santap siang dan mencuci diri. Setelahnya Anda dapat jadwalkan anak tidur siang pukul 13.15 dan bangunkan pada pukul 13.45. Jika anak telah terbiasa tidur di masa-masa yang sama, tubuhnya pun bakal otomatis ikut membudayakan diri sampai-sampai Anda tidak butuh repot-repot lagi merayu anak tidur siang.

3. Ajarkan anak untuk dapat tidur sendiri
Hindari memaksa anak untuk tidur siang, sebab mereka ingin akan menolak, pura-pura tidur, dan justeru lanjut bermain sendiri di kamarnya saat Anda meninggalkannya. Latih anak untuk dapat tidur sendiri tanpa mesti dibujuk. Jika kita rasa anak telah mulai mengantuk, ajak anak ke lokasi tidur dan biarkan sampai tertidur sendiri. Cobalah guna tidak menepuk-nepuk pantatnya atau membelai dahinya. Pasang musik tenang untuk menolong anak cepat tertidur.

4. Jelaskan bahwa ia dapat meneruskan bermain sesudah tidur siang
Banyak anak menampik tidur siang sebab sedang asyik bermain dan tidak hendak melewatkan masa-masa bersenang-senangnya tidak banyak pun. Bagaimanapun juga, anak tetap mesti tidur siang sebab ia butuh. Bila bermain bareng teman, beri definisi bahwa rekan bermainnya pun pun harus tidur siang. Cobalah sampaikan pada anak bahwa ia dapat melanjutkan nonton TV atau bermain lagi sesudah tidur siang.

Jika anak tetap menampik tidur siang, usahakan tidak boleh dimarahi atau dipaksa. Tinggalkan ia dengan sejumlah mainan atau kitab dan berikan ia masa-masa untuk mendinginkan diri. Setidaknya, teknik ini dapat menghemat energinya dan membuatnya tidak banyak bertidur.(enn)

Ajarkan Anak Menabung dan Keuangan Sejak Dini

Berdasarkan analisa seorang pakar, Beth Kobliner, ahli keuangan dan penulis buku Make Your Kid a Money Genius (Even if You Are Not) menuliskan bahwa anak-anak sejak umur 3 tahun dapat mengetahui konsep finansial seperti membelanjakan uang. Buruknya ialah mereka masih beranggapan bahwa masing-masing kali datang ke toko mesti berarti melakukan pembelian sesuatu guna dirinya. Padahal tidak selalu seperti itu.

Misal, ketika mengajaknya berjalan-jalan ke toko mainan, si kecil tiba-tiba meminta mainan yang tadinya tidak direncanakan. Anda dapat saja menuliskan padanya bahwa kita tidak mempunyai uang. Ia mungkin dapat menangkap bahwa Anda berdusta dan meminta Anda mengindikasikan isi dompet. Sekalipun anak kita memang benar-benar tak menyaksikan uang di dalam isi kantong Anda, ia dapat saja menuliskan pada kita untuk menunaikan menggunakan kartu.

Hal yang sama barangkali terjadi ketika Anda menolak mengisi permintaannya dengan menuliskan bahwa kita ke toko mainan untuk melakukan pembelian kado ulang tahun guna sepupunya dan tidak melakukan pembelian yang lain. Ia dapat saja berkelit, “Kalau si A memainkan itu, dan aku tidak punya, bagaimana? Belum pasti ia inginkan meminjami.” Atau dapat juga ia mengatakan, “Kan, ini dapat buat kado ulang tahunku juga.” Betul, balita kita tak kalah pintar!

Memanfaatkan Keinginannya
Kobliner yang dalam bukunya tersebut menyerahkan saran untuk orang tua guna memberi latihan keuangan untuk anak-anak mulai umur 3 tahun hingga 23 tahun menuliskan bahwa penting untuk orang tua mulai mengenalkan konsep finansial lain selain melakukan pembelian barang pada balita, yaitu menabung. Nah, keinginannya untuk melakukan pembelian sesuatu tersebut dapat dimanfaatkan guna mengajarkan balita menabung.

Hal urgen yang digarisbawahi Kobliner ialah orang tua butuh mengajarkan prinsip “menunggu untuk melakukan pembelian sesuatu yang diinginkan.” Anak-anak perlu memahami bahwa keinginannya untuk melakukan pembelian sesuatu tidak mesti selalu diisi saat tersebut juga. Kobliner menuliskan bahwa urusan ini dapat dimulai pada anak-anak umur 3-5 tahun supaya mereka menjadi individu yang berdikari dan sadar dengan manajemen finansial kelak.

Kobliner membagikan teknik yang mengasyikkan untuk mengajarkan anak-anak tentang arif membelanjakan duit sebagai berikut:

Sediakan 3 Wadah
Siapkan 3 wadah kosong, dapat toples, botol, atau celengan bermotif lucu. Beri label di setiap wadah, yaitu “Tabungan”, “Pengeluaran”, dan “Berbagi”. Setiap kali anak kita menerima uang, untuk uang tersebut secara merata salah satu wadah-wadah tersebut.

Jelaskan padanya bahwa wadah “Pengeluaran” bisa ia pakai untuk pembelian kecil laksana jajan atau permen. Sementara, duit di wadah “Tabungan” dipakai untuk sesuatu yang lebih banyak dan mahal laksana mainan yang ia inginkan. Uang dalam toples “Berbagi” bisa ia pakai untuk memberi hadiah ke seseorang yang ia kenal, guna yang membutuhkannya, atau dipakai untuk menyumbang.

Menetapkan Tujuan
Minta anak Anda memutuskan tujuan memakai uang tabungannya, seperti melakukan pembelian mainan. Pastikan harganya tidak terlampau mahal sampai-sampai mereka tidak perlu mengoleksi uang sekitar berbulan-bulan. Hal itu melulu akan menciptakan mereka frustasi. Balita belum mempunyai tingkat kesabaran laksana orang dewasa. Ini benar-benar lebih mengenai ia sadar bahwa ia menyimpan uang untuk destinasi tertentu.

Bantu Lebih Mudah
Jika anak kita memang mempunyai tujuan melakukan pembelian sesuatu yang mahal, padukan dengan teknik yang tepat guna membantunya mencapainya dalam jangka masa-masa yang masuk akal. Misal, Anda menunaikan 50% dari harganya. Atau dapat juga Anda menyerahkan stiker tiap ia dapat menabung dengan jumlah tertentu. Ketika ia mendapatkan sejumlah stiker, ia dapat menukarkannya dengan duit pada Anda.

Tak terdapat salahnya mengupayakan ini, Ma. Berdasarkan keterangan dari Kobliner, semua pekerjaan tersebut akan paling menyenangkan untuk anak-anak. Yang sangat penting, semua kegiatan tersebut memberi mereka pemahaman mengenai pentingnya menunggu, lebih arif membelanjakan uangnya, serta menghargai proses.(enn)

Mari Bantu Anak Menemukan Rasa Percaya Dirinya

Orangtua haruslah terlibat membantu anak menemukan rasa percaya dirinya. Kepercayaan diri pada masing-masing anak berbeda-beda, tergantung dari karakter mereka semenjak kecil. Namun, anak dengan keyakinan diri yang tinggi sekalipun, tanpa perhatian dari Ayah bunda mereka dapat saja menjadi tidak percaya diri.

Sedangkan untuk anak yang tidak terlampau suka menonjol, keyakinan diri mereka dapat diajar sejak dini. Tetapi anda dilarang menjadi orang tua yang egois sebab tidak sabar hendak anak cepat bisa, karena yang terjadi malah malah memaksa atau mengurangi mereka secara berlebih. Misalnya saja ketika anak tidak suka menyanyi lalu anda memaksanya guna ikut lomba bernyanyi.

Terlalu memaksakan anak mengerjakan sesuatu yang belum disukainya atau dikuasainya melulu akan menciptakan anak semakin tidak percaya diri. Untuk tersebut coba lakukan sejumlah tips inilah ini untuk membantu anak percaya diri tanpa mesti memaksanya.

Berikan penghargaan untuk anak
Setiap anak pasti hendak membuat orang tuanya bangga dan bahagia. mereka bercita-cita setiap perbuatan yang mereka kerjakan memiliki makna bagi orang tuanya. Hal tersebut juga yang bisa menumbuhkan keyakinan diri anak. Bagi itu, saat anak mengerjakan hal-hal baik, berikanlah penghargaan untuknya, supaya anak menyadari dan mengapresiasi perilakunya tersebut.

Misalnya, saat anak membantu kita, katakan padanya “Terimakasih guna bantuannya Kak,” atau saat anak menemukan nilai yang baik katakan padanya “Bagus sekali Kak, semakin dinaikkan ya pelajarannya.” Bahkan saat anak merasakan kegagalan meskipun dia telah berjuang keras, katakan padanya , “Tidak apa Kak, anda sudah lumayan baik. Mama yakin selanjutnya, andai kamu lebih berjuang lagi, anda pasti bisa.”

Dukung Kesukaan Anak
Apakah anak kita mempunyai minat atau ketertarikan bakal sesuatu? Jika ada, dukunglah segala Minat yang disukainya. Saat anak menikmati bahwa orangtua berada dipihaknya guna mendukungnya, maka anak bakal semakin percaya diri.

Dalam masa penemukan keyakinan dirinya, tentu anak pun mengalami waktu sulit, anak merasakan emosi tidak stabil sehingga menciptakan rasa percaya dirinya menjadi merosot. Berusahalah guna selalu membantu anak guna bangkit kembali. Jangan memarahinya, andai dia mengerjakan kesalahan. Sebaliknya semangati anak dan ingatkan dia bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang buruk.

Luangkan Waktu guna Mendampingi Anak
Anak-anak selalu hendak menjadi prioritas urgen dalam hidup orang tuanya. Untuk tersebut sebagai orang tua, khususnya seorang ibu, saya dan anda butuh mempunyai waktu lebih tidak sedikit bersama anak. Kehadiran dan perhatian orangtua dapat menciptakan anak semangat. Kepercayaan diri anak pun bakal semakin meningkat ketika anda berada di dekatnya.

Namun, tidak boleh pernah menata anak sesuai kemauan Anda. Jangan menata mimpi atau kemauan anak. Banyak orang tua yang masih tidak menyadari urusan ini. Sehingga sering kali menata mimpi anaknya, tanpa peduli dengan opsi dan keputusan anak. Mungkin benar, niat orang tua baik dan hendak melihat anak berhasil, namun apa yang baik menurut keterangan dari kita belum pasti anak menyukainya. Ketika anak mengerjakan sesuatu yang tidak cocok Minat atau kemauan hatinya, maka dapat dipastikan anak semakin tidak percaya diri. (Enn)